Mamalia Laut Terdampar di Maluku, KKP Kirimkan Tim Penelitian

550

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan telah mengirimkan tim dari Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Waiheru Ambon untuk mengambil data bangkai hewan raksasa yang terdampar di pesisir pantai Dusun Hulung, Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku.

Data ini yang selanjutnya menjadi bahan awal identifikasi oleh tim peneliti KKP.

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia KKP Zulficar Mochtar dalam keterangan tertulis, Selasa (16/5) mengatakan, berdasarkan identifikasi awal hewan tersebut masuk kategori mamalia laut.

“Untuk mendapatkan analisa yang lebih akurat, satu hari setelah penemuan bangkai kami menugaskan 3 (tiga) orang peneliti ahli identifikasi ikan dari Balai Riset Perikanan Laut (BRPL) Muara Baru, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Jakarta ke lokasi di Ambon,” kata Zulficar.

Menurutnya, penugasan ke siswa SUPM Waiheru ke lokasi merupakan langkah awal untuk mengetahui hal yang terjadi di lokasi. Di samping itu, siswa-siswa itu juga memberikan informasi ke masyarakat terkait bahaya bangkai makhluk laut.

“Taruna SUPM ini selain mendokumentasikan, juga memberikan informasi kepada masyarakat setempat, langkah-langkah yang harus dijaga saat berdekatan dengan bangkai ini. Ditengarai ada banyak jenis virus dan bakteria yang ditemukan di dalam bangkai, ini berakibat fatal bagi manusia,” kata dia.

Selanjutnya tim peneliti KKP bersama pihak terkait telah melakukan pengecekan kondisi spesimen, pengukuran morfometrik, dan sampling biologi dengan hasil identifikasi bahwa termasuk kelompok paus (whale) pemakan plankton (plankton feeder), bukan cumi-cumi atau gurita, atau lainnya.

Ditambahkannya, spesies paus diharapkan akan dapat ditentukan dari hasil analisis genetik (DNA barcoding) yang akan dilakukan kemudian di Jakarta.

 

Penulis : Ismadi Amrin

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here